Sabtu, 12 Juli 2014

Perunggu Tanpa Gengsi

http://pialaduniaqu.blogspot.com/2014/07/perunggu-tanpa-gengsi.html

Ya, itulah ungkapan yang cocok untuk Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2014, mereka seperti memperebutkan perunggu tanpa gengsi. Pertandingan tersebut lebih cocok di namakan sebagai "laga air mata." Para fans pun bertanya-tanya, "apa yang dapat disajikan dari laga tersebut?" Seperti dikutip Telegraph.

Dua tim yang sama-sama terluka mencari pelampiasan untuk menghibur fans dan meraih gelar terakhir yang tersisa. Terlebih lagi tidak ada tim yang mau di sebut "tim yang bahkan juara ketiga pun tak mampu diraih". Karena itu sebetulnya sejak 10 tahun yang lalu Luis Van Gaal mendesak FIFA agar laga "tak bergengsi" tersebut dihapuskan.

"Dalam sebuah turnamen seperti ini hanya ada 1 pemenang, yaitu Juara 1. Tidak ada namanya juara kedua, juara ketiga, apalagi juara keempat." Tegas Van Gaal

"Dalam sebuah turnamen seperti piala dunia orang akan bertanya siapa juaranya, bukan siapa juara kedua atau ketiganya. Itu karena piala dunia bukan Olimpiade atau major training sejenisnya dimana perunggu pun sangat berharga."Sambung Van Gaal.

"Kalah di Semifinal kemudian kalah lagi di perebutan tempat ketiga, maka kami akan pulang dengan rekor 2 kali kalah di piala dunia, itu akan menjadi aib padahal pemain kami telah menunjukkan penampilan yang mengagumkan." Van Gaal melanjutkan.

"Karena itu tidak ada alasan lain untuk menggelar laga perebutan tempat ketiga selain karena motif komersial dalam hak siar dan penjualan tiket. Ini sudah mencederai nilai-nilai olaharga." Tutup Van Gaal meletup-letup.

Karena itu Belanda kali ini akan menurunkan pemain lapis ketiganya untuk menghadapi tuan rumah Brazil. Sedangkan tuan rumah yang telah dilumat Jerman 7 - 1 tidak ingin mengalami kekalahan kedua, karena fans Brazil yang anarkis dapat melakukan tindakan represif jika Brazil kembali kalah pada perebutan tempat ketiga piala dunia 2014.


Share This Post →


Tidak ada komentar:

Posting Komentar