Kurang menarik, itulah dua kata yang dapat saya tulis untuk menggambarkan laga semifinal piala dunia 2014 antara Belanda menghadapi juara dunia 2 kali Argentina. Belanda gagal mengungguli capainnya pada helatan piala dunia 2010 lalu yang berhasil menembus babak final sebelum akhirnya dikalahkan Spanyol dengan skor tipis 1 - 0.
Kali ini Belanda bermain anti klimaks, 90 menit waktu normal tidak ada gol yang mampu diciptakan, pun pada 2 x 15 menit perpanjangan waktu. Skor imbang tanpa gol menghiasi papan skor, padahal Belanda cukup mengusasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 53%. Tapi apa lacur Argentina juga bukan tim kemarin sore, mereka mampu menahan gempuran-gempuran yang dilancarkan Oranje.
Pertandingan yang berakhir imbang tersebut pun harus di akhiri melalui drama adu pinalti. Sayang kali ini Luis Van Gaal tidak dapat menggunakan kemampuan kiper Tim Krul yang mahir dalam menghalau tendangan pinalti karena ia telah menggunakan jatah pergantian 3 orang pemain. Akhirnya mau tak mau Jasper Cillessen menjadi ujung tombak Belanda dalam menghalau pinalti lawan.
Namun apa daya ternyata Cillessen tak mampu membendung satu pun tendangan pinalti yang dilesakkan oleh punggawa tim tango. Sebaliknya kiper Argentina yang tampak lebih siap dengan adu pinalti mampu menahan 2 tendangan pinalti Belanda. Skor pun berakhir 4 - 2 untuk kemenangan tim tang Argentina. Pada babak final Argentina sudah ditunggu Jerman yang berhasil melumat tuan rumah dengan skor 7 - 1.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar